BeritaOpiniProvinsi Maluku

Suara Dari Timur : “Menjaga Indonesia, Menjaga Kita Semua”

172
×

Suara Dari Timur : “Menjaga Indonesia, Menjaga Kita Semua”

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Nusaelaknews.com | Piru, Maluku – Saya menulis dari sebuah pulau kecil di Timur Indonesia, Kabupaten Seram Bagian Barat. Dari jauh, kami melihat berita demi berita tentang Jakarta, Makassar, Surabaya, Yogyakarta, dan banyak kota lain yang memanas karena demonstrasi.

Jalanan penuh dengan api dan suara teriakan, bahkan kabar duka. Ada anak bangsa yang jatuh, ada gedung terbakar, ada keluarga yang kehilangan orang terkasih. Hati ini pilu.

Indonesia ini rumah kita semua. Dari barat ke timur, dari Aceh sampai Papua, kita diikat oleh tali dari sehelai kain warna Merah Putih. Tapi hari-hari ini, rumah kita seperti diguncang dari dalam. Demo yang awalnya menjadi suara keadilan kini berbalik menjadi luka baru. Korban nyawa, rusaknya fasilitas umum dan trauma masyarakat.

Sebagai orang Timur, kami tahu betul bagaimana pahitnya perpecahan dan kekerasan. Dulu di Maluku, kami pernah merasakan bagaimana konflik menghancurkan tawa anak-anak, membakar rumah, bahkan memisahkan saudara.

Butuh waktu bertahun-tahun untuk bangkit kembali. Karena itu, saya tidak ingin bangsa ini mengulang luka yang sama. Lalu apa solusinya?

Pemerintah harus merendah hati. Segera cabut atau tinjau ulang kebijakan tunjangan DPR yang menjadi pemicu kemarahan rakyat. Jangan menunggu rakyat marah lebih besar, karena bijaknya pemimpin adalah mendengar sebelum rakyat berteriak.

Polisi dan aparat keamanan harus menahan diri. Ingatlah, yang turun ke jalan itu adalah rakyat kita sendiri. Mungkin saudara, mungkin tetangga, mungkin keluarga. Tindakan represif hanya memperlebar jurang. Penegakan hukum harus tegas, tapi tetap manusiawi.

Mahasiswa, buruh, dan masyarakat juga harus menjaga cara menyampaikan aspirasi. Suara kita akan lebih kuat bila disampaikan dengan damai, bukan dengan api yang membakar gedung, bukan dengan batu yang melukai sesama.

Media dan jurnalis, termasuk saya, harus terus menjadi suara penyejuk. Tugas kita bukan menambah bensin di api yang menyala, tetapi menjadi air yang meredakan.

Kita semua perlu kembali ke kesadaran, bahwa Indonesia ini lebih berharga dari sekadar tunjangan DPR, lebih berharga dari sekadar perbedaan pendapat politik. Jangan sampai karena satu kebijakan, kita kehilangan persaudaraan, bahkan kehilangan masa depan anak-anak kita.

Dari Kabupaten Seram Bagian Barat, saya ingin titip pesan, berhentilah saling melukai. Mari kita kembalikan demo menjadi suara hati yang damai, bukan bara yang membakar negeri. Karena kalau Indonesia runtuh, kita semua akan ikut hancur, tidak peduli dari barat atau timur.

Indonesia adalah rumah kita, dan rumah ini hanya bisa terus berdiri kokoh, bila kita semua menjaganya bersama. “Salam Damai dari saya Anak Timur untuk Indonesia”.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *