BeritaKabupaten SBBProvinsi Maluku

Purimahua Klaim Punya Dukungan, Ancam Copot Kadis Pemdes dan Penjarakan Inspektorat

46
×

Purimahua Klaim Punya Dukungan, Ancam Copot Kadis Pemdes dan Penjarakan Inspektorat

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Nusaelaknews.com | SBB, Maluku –  Polemik terkait dugaan perpanjangan masa jabatan Salmon Purimahua sebagai Pejabat Kepala Desa Lokki, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), kembali menjadi perhatian masyarakat. Sejumlah warga mengaku khawatir perpanjangan masa jabatan tersebut nantinya memicu persoalan baru dalam pemerintahan desa, terutama terkait pengelolaan anggaran Dana Desa.

Kekhawatiran tersebut mencuat setelah salah seorang warga Desa Lokki menyampaikan sejumlah keterangan kepada media ini melalui sambungan telepon seluler. Warga tersebut mengaku mendengar Salmon Purimahua berbicara dengan nada tegas dan menyatakan bahwa dirinya bukan orang sembarangan serta tidak ada pihak yang mampu menghalangi dirinya untuk kembali menduduki jabatan sebagai pejabat kepala desa.

Menurut keterangan warga tersebut, Salmon juga beberapa kali terlihat menggunakan telepon selulernya dan melakukan komunikasi dengan sejumlah pihak. Dalam salah satu pembicaraan yang didengar warga, Salmon disebut mengklaim memperoleh dukungan dari Asisten I, Asisten II, hingga Asisten III. Namun, setelah berita ini diterbitkan pihak-pihak yang disebut salmon belum dapat dikonfirmasi.

Warga itu juga mengungkapkan bahwa Salmon disebut telah  menyampaikan pernyataan mengenai pihak-pihak yang menurutnya dapat digeser dari posisi tertentu apabila dirinya menghendakinya termaksud kadis Pemdes SBB. Selain itu, Salmon juga disebut-sebut melontarkan ancaman akan memenjarakan sejumlah staf desa, bahkan menyebut pihak Inspektorat akan dipenjarakan. Alasan di balik pernyataan tersebut belum diketahui secara pasti.

Dalam keterangannya, Salmon juga disebut meyakini bahwa Bupati Seram Bagian Barat tetap akan menerbitkan Surat Keputusan (SK) yang memperpanjang masa tugasnya sebagai pejabat kepala Desa Lokki. Pernyataan tersebut, menurut sumber warga, disampaikan dengan keyakinan bahwa dirinya masih memiliki dukungan dari sejumlah pihak.

Persoalan lain yang turut menjadi sorotan adalah adanya perbedaan informasi mengenai pencairan Dana Desa Lokki tahun anggaran 2026. Sebelumnya, beredar pesan WhatsApp yang mengatasnamakan Pemerintah Desa Lokki dan menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat karena Dana Desa tahun anggaran 2026 disebut tidak berhasil dicairkan.

Namun, menurut keterangan warga, dalam pembicaraan lain Salmon justru mengaku bahwa pencairan Dana Desa tahap pertama telah berhasil dilakukan dan menyebut keberhasilan tersebut merupakan hasil dari pekerjaannya. Perbedaan informasi ini kemudian menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai kondisi sebenarnya dari proses pencairan dan pengelolaan Dana Desa Lokki.

Sejumlah warga juga menyebut bahwa anggaran tersebut saat ini telah berada di pihak pengelola. Karena itu, muncul kekhawatiran di kalangan masyarakat apabila Salmon kembali ditetapkan sebagai pejabat kepala desa, terutama terkait kemungkinan terjadinya konflik dengan perangkat desa maupun pihak-pihak yang selama ini berbeda pandangan mengenai tata kelola anggaran desa.

Bahkan, terdapat dugaan dari sebagian warga bahwa sebelumnya Salmon Purimahua diduga memiliki rencana untuk menguasai atau menggelapkan anggaran Dana Desa. Karena itu, diperlukan penelusuran serta klarifikasi dari pihak terkait untuk memastikan kebenaran informasi tersebut.

Untuk diketahui, sebanyak 92 desa di Kabupaten Seram Bagian Barat saat ini disebut sedang memasuki tahapan pencairan Dana Desa tahap kedua. Desa Lokki termasuk salah satu desa yang berada dalam proses tersebut. Kondisi ini membuat masyarakat semakin menaruh perhatian terhadap siapa yang nantinya akan ditetapkan sebagai pejabat kepala desa serta bagaimana sistem pengelolaan anggaran desa akan dijalankan.

Sejumlah warga Desa Lokki juga mengaku khawatir apabila masa jabatan Salmon Purimahua kembali diperpanjang. Mereka menduga akan terjadi pergantian atau pemberhentian perangkat desa yang dianggap tidak mengikuti keinginan kepala desa dalam pengelolaan pemerintahan maupun anggaran Dana Desa.

Kekhawatiran tersebut semakin kuat karena, menurut sejumlah warga, sebelumnya telah terjadi berbagai persoalan di internal Pemerintah Desa Lokki. Salmon bahkan disebut sebagai sosok yang dinilai kerap terlibat perselisihan dengan sejumlah perangkat desa.

Terkait seluruh tudingan dan pernyataan tersebut, hingga berita ini diturunkan belum diperoleh klarifikasi resmi dari Salmon Purimahua, pihak Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat, Inspektorat, maupun pejabat yang disebut-sebut memberikan dukungan kepadanya. (Mrg)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *