BeritaKabupaten SBBProvinsi Maluku

Muncul Dugaan Mobilisasi Aksi Tandingan Pasca Demonstrasi Konflik Desa Lokki

44
×

Muncul Dugaan Mobilisasi Aksi Tandingan Pasca Demonstrasi Konflik Desa Lokki

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Nusaelaknews.com | SBB, Maluku – Wilayah adat atau petuanan Desa Loki, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), kembali menjadi perhatian publik. Di tengah persoalan sosial yang berkembang, muncul informasi mengenai dugaan pembentukan aksi demonstrasi tandingan yang disebut bertujuan mendukung kebijakan Pemerintah Desa Loki dan Kepala Dinas PMD Kabupaten SBB.

Informasi yang beredar menyebut sejumlah kepala dusun dari enam petuanan diduga diajak bahkan mendapat tekanan untuk terlibat dalam aksi tersebut. Dugaan itu muncul setelah beredar keterangan warga bahwa salah satu anggota BPD Loki diduga menggalang dukungan kepada kepala dusun.

Menurut warga, isu tersebut berkaitan dengan polemik pelantikan Salmon F. Purimahua sebagai Penjabat Kepala Desa Loki yang sejak awal memunculkan perbedaan pandangan di masyarakat.

Sebelum pelantikan dilakukan, enam kepala dusun diketahui membuat surat kesepakatan bersama yang berisi dukungan agar Penjabat Kepala Desa saat itu, Reisen Salawane, tetap melanjutkan tugas.

Sejumlah perwakilan kepala dusun kemudian disebut menemui langsung Bupati Seram Bagian Barat untuk menyampaikan aspirasi masyarakat yang menginginkan perpanjangan masa jabatan Reisen Salawane.

Warga juga mengaku mendengar adanya pernyataan yang diduga berasal dari Kepala Dinas PMD SBB yang disebut tetap ingin melanjutkan pelantikan Salmon Purimahua. Namun informasi tersebut belum mendapat konfirmasi resmi.

Setelah aspirasi disampaikan, pelantikan yang sebelumnya direncanakan akhirnya dibatalkan. Sebagian masyarakat menilai keputusan tersebut sebagai bentuk penghormatan terhadap aspirasi warga.

Meski demikian, beberapa waktu kemudian Salmon Purimahua akhirnya dilantik sebagai Penjabat Kepala Desa Loki. Sejak itu, menurut warga, mulai muncul sejumlah kebijakan yang menjadi sorotan masyarakat.

Salah satu kebijakan yang banyak dibicarakan ialah pergantian perangkat desa dan kepala dusun di wilayah yang selama ini dianggap rawan konflik sosial.

Perhatian warga tertuju pada pemberhentian Kepala Dusun Tanah Goyang saat itu, Yasmin Bally, yang kemudian digantikan oleh Jusmin Papalia. Sebagian masyarakat menilai pergantian tersebut memengaruhi kondisi sosial di wilayah tersebut.

Setelah pergantian itu, sejumlah konflik sosial kembali terjadi di beberapa wilayah. Bentrokan antarwarga dilaporkan menyebabkan korban luka, termasuk peristiwa yang melibatkan beberapa dusun dan dugaan penyerangan terhadap Pos Polisi Laala yang kini ditangani kepolisian.

Di tengah situasi tersebut, sebagian warga mengaku kecewa karena menilai pemerintah desa kurang aktif hadir menyelesaikan persoalan. Kondisi itu kemudian mendorong lahirnya aksi Aliansi Masyarakat Cinta Damai Huamual di depan Kantor Bupati SBB pada 11 Juni 2026.

Dalam aksi tersebut, massa meminta pemerintah mengevaluasi Penjabat Kepala Desa Loki serta menyoroti status beberapa anggota BPD. Pasca demonstrasi, muncul kembali isu dugaan pembentukan aksi tandingan dan tekanan terhadap kepala dusun. Hingga kini, seluruh informasi tersebut masih membutuhkan klarifikasi dari pihak terkait, sementara masyarakat berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk memulihkan situasi dan menjaga stabilitas di Desa Loki. (red)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *