BeritaKabupaten SBBProvinsi Maluku

Kisah Pilu dari Ahiolo: Ibu Hamil Diangkut dengan Rakit Demi Mencapai Puskesmas

54
×

Kisah Pilu dari Ahiolo: Ibu Hamil Diangkut dengan Rakit Demi Mencapai Puskesmas

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Nusaelaknews.com | SBB, Maluku – Seorang ibu hamil asal Desa Ahiolo, Kecamatan Elpaputih, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), terpaksa ditandu oleh warga menuju akses jalan utama karena tidak adanya jalan yang dapat dilalui kendaraan roda empat menuju desa tersebut.

Ibu hamil bernama Marici Haikutty (40) itu harus dievakuasi pada Sabtu sekitar pukul 04.00 WIT. Kondisinya yang telah memasuki masa persalinan membuat warga bergotong royong membawanya keluar dari desa agar dapat segera memperoleh pelayanan medis.

Proses evakuasi dilakukan dengan cara ditandu secara bergantian oleh warga menyusuri jalur pegunungan. Setelah tiba di Kali Tala, Marici kemudian diseberangkan menggunakan rakit bambu sebagai satu-satunya sarana transportasi yang tersedia di wilayah tersebut.

Setelah berhasil menyeberangi sungai, ibu hamil tersebut kemudian dibawa menuju jalan utama agar dapat dijemput menggunakan mobil dan selanjutnya dirujuk ke Puskesmas Elpaputih untuk mendapatkan penanganan medis.

Peristiwa ini kembali menggambarkan kondisi keterisolasian Desa Ahiolo yang hingga kini belum memiliki akses jalan yang layak. Akibatnya, setiap kali ada warga yang sakit atau ibu hamil yang membutuhkan pertolongan, masyarakat harus bergotong royong melakukan evakuasi secara manual.

Warga mengaku kondisi tersebut bukan kali pertama terjadi. Selama bertahun-tahun, tandu dan rakit bambu menjadi satu-satunya pilihan untuk mengangkut pasien dari desa menuju fasilitas kesehatan terdekat.

Selain minimnya infrastruktur jalan, masyarakat juga menghadapi keterbatasan pelayanan kesehatan. Hingga saat ini, Desa Ahiolo disebut belum memiliki tenaga medis yang menetap sehingga pelayanan kesehatan kepada masyarakat sering mengalami keterlambatan.

Ketiadaan tenaga kesehatan maupun fasilitas seperti Polindes dinilai semakin memperberat kondisi masyarakat, terutama bagi ibu hamil, anak-anak, dan warga yang membutuhkan penanganan darurat.

Masyarakat Desa Ahiolo berharap Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat dapat memberikan perhatian serius terhadap kondisi tersebut. Mereka meminta pembangunan akses jalan menuju desa menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah.

Dengan adanya jalan yang layak, warga berharap proses evakuasi pasien tidak lagi harus dilakukan dengan cara ditandu maupun menggunakan rakit, melainkan dapat langsung diangkut menggunakan kendaraan menuju fasilitas kesehatan.

Selain pembangunan infrastruktur, warga juga meminta Dinas Kesehatan Kabupaten Seram Bagian Barat segera menempatkan tenaga medis di Desa Ahiolo agar pelayanan kesehatan dasar dapat tersedia setiap saat bagi masyarakat.

Masyarakat berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata untuk mengatasi keterisolasian Desa Ahiolo. Mereka menilai pembangunan akses jalan dan penyediaan tenaga kesehatan menjadi kebutuhan mendesak demi menjamin keselamatan warga, khususnya ibu hamil dan pasien yang membutuhkan penanganan medis darurat. (red)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *