Nusaelaknews.com | SBB, Maluku – Kasus dugaan pemerkosaan yang dilakukan seorang ayah terhadap anak kandungnya sendiri menggegerkan warga Desa Lokki, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB).
Peristiwa yang mencuat ke publik ini kini menjadi perhatian berbagai pihak di tengah desakan agar aparat penegak hukum segera mengambil tindakan.
Seorang warga Desa Lokki yang menjadi sumber informasi kepada media ini mengungkapkan, kasus tersebut melibatkan seorang pria berinisial JM yang diduga melakukan kekerasan seksual terhadap anak kandungnya yang masih di bawah umur.
Menurut sumber, tindakan yang diduga dilakukan JM telah berlangsung cukup lama, namun tidak segera terungkap ke publik. Hal tersebut diduga karena perbuatan tersebut sempat ditutupi oleh istri JM yang juga merupakan ibu kandung korban.
Sumber mengaku heran dan prihatin atas sikap ibu korban yang diduga mengetahui peristiwa tersebut sejak awal, tetapi tidak melaporkannya kepada pihak berwajib. Menurutnya, tindakan tersebut justru membuat kasus yang sangat serius itu semakin lama tersembunyi dari perhatian masyarakat.
Kasus ini, kata sumber, baru terungkap setelah terjadi pertengkaran antara JM dan istrinya di lokasi pertambangan di Kecamatan Huamual SBB. Dalam kondisi emosi, sang istri akhirnya menceritakan kepada keluarganya mengenai dugaan perbuatan suaminya yang selama ini disembunyikan.
Pengakuan tersebut memicu kemarahan keluarga pihak istri yang kemudian berusaha mencari JM. Namun saat keluarga mendatangi lokasi untuk meminta pertanggungjawaban, JM disebut telah melarikan diri.
Beredar informasi di kalangan warga bahwa JM sempat bersembunyi di rumah seorang warga bernama Hermanus Matakena (HM). Dugaan tersebut kemudian menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat mengenai kemungkinan adanya pihak yang membantu pelarian terduga pelaku.
Sumber juga menyebut bahwa HM diduga mempertemukan kembali JM dengan istrinya dan korban di kediamannya. Tidak lama setelah itu, JM bersama keluarga disebut meninggalkan wilayah tersebut.
Keesokan harinya, menurut informasi yang beredar di masyarakat, JM bersama istri dan korban diduga diberangkatkan menggunakan perahu cepat dari Dusun Ketapang menuju Kota Ambon. Hingga kini, kabar yang berkembang menyebutkan, mereka diduga berada di luar daerah.
Warga menduga tindakan tersebut dilakukan karena adanya hubungan kekerabatan antara HM dan JM, yang disebut sebagai keponakannya. Namun demikian, informasi ini masih sebatas keterangan dari warga dan belum mendapatkan konfirmasi resmi dari pihak terkait.
Masyarakat berharap pihak kepolisian dapat segera menindaklanjuti kasus ini secara serius. Warga menilai penanganan yang tegas sangat diperlukan agar kasus kekerasan seksual terhadap anak tidak terulang serta memberikan efek jera bagi para pelaku maupun pihak yang diduga membantu pelarian. (red)
















