BeritaKabupaten SBBProvinsi Maluku

Dicatut Tanpa Konfirmasi, Rutumalessy Siap Polisikan Oknum Wartawan Spektrum

117
×

Dicatut Tanpa Konfirmasi, Rutumalessy Siap Polisikan Oknum Wartawan Spektrum

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Nusaelaknews.com – SBB, Maluku – Tokoh pemuda Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Mozes Rutumalessy, menegaskan akan menempuh jalur hukum terkait pemberitaan di media cetak Spketrum Maluku yang mencantumkan namanya sebagai narasumber tanpa izin. Ia menilai tindakan tersebut tidak hanya keliru, tetapi juga telah merugikan nama baiknya di ruang publik.

Pernyataan itu disampaikan Mozes saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Jumat (8/5/2026). Dalam keterangannya, ia mengaku tidak pernah dimintai keterangan ataupun diwawancarai oleh pihak media yang bersangkutan.

Mozes menegaskan, pencantuman namanya dalam berita tersebut bukanlah kesalahan teknis semata, melainkan bentuk tindakan yang dianggap serius karena berpotensi menyesatkan publik. Ia menyebut hal ini sebagai bentuk pelanggaran yang tidak bisa dibiarkan.

“Saya tidak pernah memberikan pernyataan seperti yang dimuat. Ini jelas mencatut nama saya tanpa izin, dan saya akan melaporkannya ke pihak kepolisian,” tegasnya.

Ia menambahkan, selama ini dirinya dikenal sebagai sosok yang konsisten menyuarakan dukungan terhadap kepemimpinan Bupati SBB, Asri Arman.

Karena itu, ia menduga pemberitaan tersebut sengaja diarahkan untuk membangun opini negatif terhadap dirinya.

Menurut Mozes, ada indikasi pihak tertentu yang berupaya merusak citranya di tengah masyarakat dengan cara menciptakan kesan seolah-olah dirinya berseberangan dengan pemerintah daerah.

“Saya melihat ini bukan kebetulan. Ada upaya membentuk persepsi publik agar saya terlihat menyerang pemerintah, padahal itu tidak benar,” ujarnya.

Ia menegaskan komitmennya untuk tetap mendukung pemerintahan daerah selama berjalan sesuai aturan. Mozes juga menyatakan tidak akan terpengaruh oleh berbagai upaya yang dinilai bertujuan memecah hubungan dirinya dengan pimpinan daerah.

Lebih lanjut, Mozes memastikan akan mengambil langkah hukum terhadap oknum wartawan yang diduga bertanggung jawab. Ia menilai tindakan tersebut telah melanggar prinsip dasar jurnalistik, terutama terkait kewajiban konfirmasi kepada narasumber.

“Saya akan proses ini secara hukum. Ini penting agar menjadi pelajaran bagi siapa pun agar tidak sembarangan menggunakan nama orang dalam pemberitaan,” katanya.

Mozes juga mengungkapkan bahwa dirinya telah berkomunikasi dengan pimpinan media yang bersangkutan. Dari hasil komunikasi tersebut, pimpinan media disebut terkejut dan meminta agar keberatan diajukan secara resmi untuk ditindaklanjuti secara internal.

Meski demikian, Mozes menegaskan bahwa langkah hukum tetap akan ditempuh. Ia menilai persoalan ini harus diselesaikan secara terbuka dan sesuai ketentuan hukum agar memberikan efek jera.

Kasus ini menjadi perhatian publik karena menyangkut profesionalisme media dan perlindungan terhadap nama baik seseorang.

Masyarakat pun berharap insan pers tetap menjunjung tinggi kode etik jurnalistik, termasuk prinsip verifikasi dan konfirmasi, agar informasi yang disampaikan tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat. (red)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *