Berita

Tokoh Pemekaran SBB Ini Desak Bupati dan DPRD Batalkan Surat Penghentian Aktivitas Pisang Abaka

84
×

Tokoh Pemekaran SBB Ini Desak Bupati dan DPRD Batalkan Surat Penghentian Aktivitas Pisang Abaka

Sebarkan artikel ini
Dr. Natanel Elake, Sesepuh dan Tokoh Pemekaran Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) Provinsi Maluku.
Dr. Natanel Elake, Sesepuh dan Tokoh Pemekaran Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) Provinsi Maluku.
Example 468x60

Nusaelaknews.com, Jayapura – Sesepuh sekaligus tokoh pemekaran Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Dr. Natanel Elake menilai keputusan Pemerintah Kabupaten SBB untuk menutup aktivitas PT. Spice Island Maluku (Perusahan Pisang Abaka) merupakan tindakan keliru.

Hal ini disampaikan Natanel Elake yang merupakan seorang Akademisi ini kepada nusaelaknews.com lewat telepon seluler, pada Jumat (25/7/2025).

“Sebagai Sesepuh dan Tokoh Pemekaran SBB, saya meminta dan mendesak agar Bupati dan DPRD segera mencabut surat penghentian izin kegiatan PT. SIM karena tidak ada alasan yang rasional,” ujar Elake.

Dirinya menilai, dengan penghentian operasional Perusahan Pisang Abaka di Kabupaten SBB, maka akan sangat berdampak besar pada masyarakat yang bekerja di perusahaan ini, maupun masyarakat disekitar lokasi perusahan.

Selain itu kata dia, pemerintah daerah juga akan merasakan dampak dari keputusan tersebut, karena selain menciptakan lagi pengangguran di daerah, tetapi juga income kepada daerah melalui PAD tidak akan bertambah.

“Hal ini tentu akan sangat berdampak pada pembangunan daerah, karena tidak adanya investasi. Yang lebih parah lagi, pengangguran makin banyak,” tandasnya.

Elake juga menyoroti soal konflik PT. SIM dan masyarakat Dusun Pelita Jaya yang tak kunjung usai, bahkan selalu mendapatkan jalan buntu dalam setiap upaya penyelesaian, meski berbagai macam cara telah ditempuh, namu tidak ada titik temu.

“Mulai dari masyarakat Pelita demo tutup jalan, meminta pihak perusahan hentikan kegiatan. Sampai demo kelompok lain untuk perusahan tetap jalan dan akhirnya sampai kebakaran dua exavator milik perusahan, namun tetap tidak ada penyelesaian,” paparnya.

Untuk itu dirinya pada kesempatan ini mendesak Polres SBB untuk segera menyelidiki dan menangkap provokator dan pelaku, untuk dilakukan penindakan. Karena sudah membuat kegaduhan di daerah.

Dirinya mengatakan, tindakan anarkis yang dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab terkait polemic perusahan Pisang Abaka, tidak secara langsung telah menghalangi investasi yang akan masuk di SBB.

“Untuk itu diharapkan kepada pihak kepolisian, untuk bertindak cepat dan tepat, agar masalah ini tidak bias dan berlarut-larut,” pungkasnya. (elo)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *