Nusaelaknews.com, Piru – Pencabutan izin operasional PT. Spice Island Maluku (SIM) yang bergerak di bidang budidaya pekebunan Pisang Abaka oleh Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) Provinsi Maluku, dinilai tepat oleh beberapa kalangan.
Beberapa menilai, keberadaan PT. SIM yang awalnya digadang akan membawa dampak signifikan bagi kesejahteraan masyarakat Kabupaten SBB dengan menyerap tenaga kerja daerah, sangat jauh dari harapan. Bahkan ratusan hektar lahan milik warga di SBB diduga terancam hilang.
Salah satu respon datang dari tokoh pemuda Kabupaten SBB, Mozes Rutumalessy yang menilai, kehadiran PT. SIM di daerah bertajuk Saka Mese Nusa ini bukan menciptakan lapangan kerja, tetapi justru menciptakan konflik yang berkepanjangan.
“Bila perlu perusahaan harus ditutup saja. Karena dengan adanya perusahaan itu tidak berpengaruh ada kemajuan, secara khusus kesejahteraan masyarakat terutama mereka bejerja maupun pemilik lahan,” ujar Rutumalessy, Kamis (24/7/2025).

Terkait tenaga kerja di perusahan Pisang Abaka tersebut Rutumalessy menyebut, pihak perusahaan tidak pernah menerima warga SBB untuk bekerja dan bahkan warga yang sudah bekerja malah di PHK oleh PT. SIM tanpa alasan yang jelas.
Bahkan kata dia sesuai informasi, mereka yang saat ini bekerja di PT. SIM sebagai karyawan lapangan ternyata bukanlah karyawan tetap, melainkan cuma pekerja kontrak.
“Dengan demikian apa yang dapat kita harapkan dari perusahaan ini. Maka pencabutan izin usaha itu sudah tepat. Dan apabila perusahaan itu tutup, Kabupaten ini juga tidak akan bangkrut,” paparnya.
Selaku anak daerah, Rutumalessy mengaku miris melihat konflik-konflik yang terus terjadi antara pihak perusahaan dengan masyarakat pemilik lahan dan tak kunjung selesai. Sampai-sampai masyarakat harus terus turun ke jalan meneriakan keluh kesah mereka agar didengar oleh pihak-pihak terkait.
Pada kesempatan ini Rutumalessy menegaskan kepada PT. SIM, kalau perjuangan warga terhadap lahan mereka, saat ini mendapat perhatian serius sebagain tokoh pemuda dan tokoh masyarakat SBB.
Dirinya juga meminta kepada pihak-pihak yang selama ini ikut memperjuangkan hak-hak masyarakat di bumi Saka Mese Nusa, untuk bersama-sama bergandengan tangan membantu mereka yang sedang memperjuangkan ha katas lahannya.
“Saya akan mengajak seluruh teman-teman untuk ikut berjuang bersama dengan warga pemilik lahan, agar hak-hak mereka dikembalikan. Bila perlu kami akan menuntut paksa pihak perusahaan agar segera angkat kaki dari daerah ini,” tegasnya. (elo)
















