Nusaelaknews.com | SBB, Maluku – Salah satu tokoh pemuda Kabuapten Seram Bagian Barat (SBB) Mozes Rutumalessy, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada sejumlah pihak yang telah menunjukkan kepedulian atas peristiwa duka yang menimpa warga Desa Lisabata, Kecamatan Taniwel, Kabupaten SBB.
Pernyataan tersebut disampaikan Rutumaslessy di Piru, Sabtu (26/9/2026), menyikapi meninggalnya satu warga Lisabata yang meninggal dunia yang terkena tembakan saat konflik antar warga Desa Lisabata dan Desa Patahuwe yang terjadi beberpa waktu lalu.
“Kami menyampaikan dukacita yang mendalam bagi korban. Semoga keluarga korban diberi ketabahan,” ujar Rutumalessy.
Untuk diketahui Muhlis Pattilouw (Korban) menghembuskan napas terakhir pada Sabtu, 26 September 2026 sekitar pukul 12.30 WIT, setelah menjalani perawatan intensif selama 13 hari di RSUP dr. J. Leimena Ambon.
Almarhum MP adalah satu dari empat warga Desa Lisabat yang sebelumnya mengalami luka tembak di bagian dada kiri, dalam bentrokan antara warga Lisabata dan Patahuwe yang terjadi pada Jumat, 11 September 2026.
Sekretaris Daerah Provinsi Maluku, Ir. Sadali Ie, M.Si, turut melayat ke RSUP dr. J. Leimena. Ia menyampaikan duka cita mendalam atas nama Pemerintah Provinsi Maluku kepada keluarga almarhum.
Selain biaya pemulangan, Pemerintah Provinsi Maluku juga memastikan seluruh biaya pengobatan Muhlis selama menjalani perawatan di RSUP dr. J. Leimena ditanggung pemerintah.
Terkait hal tersebut, Rutumalessy menyampaikan apresiasi dan terimkasih kepada semua pihak yang telah membantu meringankan beban keluarga korban sejak proses penanganan hingga di rumah jenazah.
“Kepada Pemerintah Provinsi Maluku, kami ucapakn banyak terima kasih atas perhatian dan bantuannya,” tandas Mozes.
Menurutnya, kehadiran pemerintah provinsi dalam situasi duka seperti ini memberikan kekuatan moral bagi keluarga korban serta masyarakat sekitar untuk tetap tegar menghadapi cobaan.
Selain itu, apresiasi juga disampaikan kepada Kapolres Seram Bagian Barat, AKBP Refindo Pradikta Rulando, S.I.K., M.A.P., C.L.M.A, yang turut hadir langsung dan menunjukkan empati kepada keluarga korban.
Rutumalessy menilai keterlibatan langsung Kapolres di tengah masyarakat yang berduka menjadi bukti bahwa aparat tidak hanya menjalankan tugas keamanan, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi.
“Kami berharap, peristiwa bentrokan antar desa sampai ada yang meninggal, tidak lagi terjadi di SBB, dan juga daerah lain di Maluku,” pungkasnya.
Rutunalessy juga berharap persoalan antara desa Lisabata dan Patahuwe bisa diselesaikan secara bijak, agar tidak berdampak dan tidak ada lagi peristiwa serupa. (MRG)
















