Nusaelaknews.com | Jayapura – Pemerintah Kota Jayapura akhirnya memutuskan untuk menghentikan tes penerimaan CPNS formasi tahun 2025, sambil menunggu penyelesaian masalah yang ada terkait dengan tuntutan dari sejumlah guru honorer sekolah yayasan.
Wakil Walikota Jayapura, Rustan Saru kepada awak media di Jayapura, Kamis (28/8/2025) mengatakan, keputusan tersebut diambil oleh Walikota Jayapura pasca aksi demo yang dilakukan oleh para guru honorer dari sekolah-sekolah yayasan, yang berlangsung di kantor Walikota, pada hari Rabu 27 Agustus 2025.
Rustan Saru menyebut, peemerintah kota Jayapura sudah menerima aspirasi para guru honor Yayasan, dimana terdapat 3 tuntutan mereka yang salah satunya adalah untuk hasil tes PPPK yang telah diumumkan lewat uji publik harus ditunda.
Dikatakan, berdasarkan arahan Walikota Jayapura, maka Pemkot Jayapura masih menunggu penyampaian dari para guru yang melakukan demo, berkaitan dengan nama-nama yang disampaikan yang menurut mereka tidak ada di dalam daftar honorer di kota Jayapura.

“Kesimpulannya bahwa, untuk sementara tes penerimaan pegawai untuk formasi 2025, hari ini pemerintah kota memberhentikan sementara, sambil menunggu proses kebijakan lebih lanjut dari Walikota,” ujar Rustan Saru.
Untuk itu pada kesempatan ini Wakil Walikota Jayapura, Rystan Saru asats nama pemerintah kota Jayapura menympaikan permintaan maaf kepada warga kota Jayapura, yang nama-namanya telah diumumkan dalam uji publik, karena verifikasi lanjutan untuk para calon ASN tersebut dipending.
“Kami mohon maaf belum bisa melanjutkan verifikasi lanjut untuk tes, karena adanya penyampaian Walikota untuk di pending dulu, sampai dengan waktu yang tidak ditentukan,” tandasnya.
Rustan Saru menambahkan, aksi demo yang dilakukan oleh para guru sekolah Yayasan tersebut, karena tidak terima nama mereka tidak terdaftar sebagai peserta dalam tes penerimaan pegawai.
Hal tersebut lanjut dia, sesuai dengan peraturan yang telah diterbitkan oleh KemenPAN dan BKN, dimana penerimaan CPNS formasi 2025 hanya diprioritaskan bagi guru honor di sekolah-sekolah negeri.
Lebih dari itu terkait dengan adanya nama-nama yang diistilahkan dengan “Siluman” yang lolos masuk dalam tes penerimaan CPNS jalur honor di lingkup Pemkot Jayapura, sesuai dengan penyampaian pendemo maka Rustan Saru meninta untuk nama-nama tersebut segera disampaikan kepada pemerintah.
“Kemarin mereka sampaikan ada yang siluman. Maka kita minta data dari para pendemo kemarin untuk diserahkan secepatnya kepada pemerintah kota, untuk diverifikasi ulang. Kalau itu bena bukan honor di kota maka kita koreksi dan perbaiki,” pungaksnya. (dan1)
















