BeritaKota JayapuraProvinsi Papua

Dinas Perikanan Jayapura Bekali Nelayan dan Pedagang dengan Sistem Rantai Dingin

6
×

Dinas Perikanan Jayapura Bekali Nelayan dan Pedagang dengan Sistem Rantai Dingin

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAYAPURA, Nusaelaknews.com – Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Perikanan menggelar sosialisasi penerapan sistem rantai dingin bagi pelaku usaha Orang Asli Papua (OAP), Selasa (20/10/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman nelayan dan pedagang ikan tentang pentingnya menjaga mutu, kesegaran, serta keamanan ikan sejak ditangkap hingga sampai ke tangan konsumen.

Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, saat membuka kegiatan tersebut menegaskan, penerapan sistem rantai dingin merupakan langkah penting dalam menjaga kualitas hasil perikanan sekaligus meningkatkan nilai jual ikan di pasaran.

Menurut Rustan, penanganan ikan yang tidak tepat dapat menurunkan kualitas dan kesegarannya. Kondisi tersebut tidak hanya merugikan nelayan dan pedagang, tetapi juga berpotensi memengaruhi keamanan pangan yang dikonsumsi masyarakat.

Ia menjelaskan, penjagaan mutu ikan harus dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari proses penangkapan di laut, penyimpanan di atas perahu, pengangkutan ke tempat pelelangan ikan (TPI), distribusi ke pasar, hingga penyimpanan di rumah konsumen.

“Mutu ikan harus dijaga sejak dari laut sampai ke pasar, bahkan ketika sudah berada di rumah. Dengan penanganan yang benar, ikan tetap segar, lebih awet, aman dikonsumsi, dan memiliki nilai jual yang baik,” ujar Rustan.

Ia juga mengingatkan pelaku usaha agar tidak menggunakan bahan berbahaya seperti formalin dan boraks untuk mengawetkan ikan. Penggunaan bahan tersebut dapat membahayakan kesehatan masyarakat dan mengurangi kepercayaan konsumen terhadap pedagang ikan.

Rustan menambahkan, pemerintah ingin memastikan masyarakat memperoleh ikan yang berkualitas, sementara nelayan dan pedagang mendapatkan manfaat ekonomi dari hasil usaha mereka. Karena itu, pemahaman mengenai teknik penyimpanan dan pengawetan ikan yang aman harus menjadi perhatian bersama.

Selain menjaga mutu hasil tangkapan, Rustan menekankan pentingnya perlindungan sumber daya kelautan. Menurutnya, praktik penangkapan ikan yang merusak, termasuk penggunaan bom ikan, harus dicegah karena dapat merusak ekosistem laut dan mengancam keberlanjutan sumber pangan masyarakat.

Ia menyebutkan, perlindungan wilayah perairan juga penting agar Orang Asli Papua dapat terus memanfaatkan sumber daya laut secara berkelanjutan. Pengawasan terhadap kawasan perairan perlu diperkuat sehingga nelayan lokal memiliki kesempatan yang adil untuk bekerja dan meningkatkan pendapatan dari hasil laut.

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Kota Jayapura, Matheys Sibi, dalam laporannya mengatakan kegiatan sosialisasi tersebut dilatarbelakangi dua persoalan utama yang masih ditemukan di lapangan, yakni upaya mempertahankan kesegaran ikan dan penanganan hasil tangkapan yang belum sepenuhnya sesuai dengan prinsip penanganan ikan yang baik.

Sbi menjelaskan, peserta kegiatan merupakan pelaku usaha yang terlibat langsung dalam rantai perikanan, baik nelayan yang melakukan penangkapan maupun pedagang yang menjual ikan di pasar. Dengan demikian, materi yang diberikan diharapkan dapat diterapkan langsung dalam aktivitas usaha sehari-hari.

“Kami melihat kegiatan ini sangat penting karena pemerintah harus memastikan kesegaran ikan tetap terjaga sampai ke tingkat konsumsi. Penanganan yang tepat akan membantu menjaga kualitas ikan sekaligus memberikan perlindungan kepada masyarakat sebagai konsumen,” jelas Matheis.

Ia mengatakan, sosialisasi ini juga sejalan dengan program prioritas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Jayapura, khususnya hilirisasi sektor pertanian dan perikanan. Melalui program tersebut, hasil perikanan diharapkan tidak hanya dipasarkan, tetapi juga ditangani dengan baik sehingga memberikan nilai tambah bagi pelaku usaha lokal.

Dalam kegiatan yang diikuti 30 peserta yang terdiri atas nelayan dan pedagang ikan tersebut, peserta mendapatkan pengenalan mengenai teknik penanganan ikan di atas kapal serta tahapan menjaga kesegaran hasil tangkapan selama proses distribusi dari narasumber yang berkompetensi di bidang tersebut.

“Melalui kegiatan ini diharapkan pelaku usaha perikanan, khususnya OAP, semakin memahami penerapan sistem rantai dingin, mampu menjaga mutu hasil tangkapan, meningkatkan nilai jual ikan, serta menyediakan produk perikanan yang aman dan berkualitas bagi Masyarakat,” tutup Matheys Sibi. (Ing)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *