JAYAPURA, Nusaelaknews.com – Politeknik Penerbangan (Poltekbang) Jayapura menggelar upacara pelantikan Taruna dan Taruni Muda Tahun 2026, Kamis (15/10/2026). Pelantikan tersebut melibatkan peserta Program Studi Manajemen Bandar Udara Program Diploma Tiga Angkatan VIII serta Program Studi Teknik Listrik Bandara Program Diploma Tiga Angkatan VII.
Wakil Walikota Jayapura, Rustan Saru, selaku inspektur upacara pelantikan tersebut, menyampaikan apresiasi kepada Poltekbang Jayapura dan pemerintah daerah yang telah bersinergi dalam penyelenggaraan pendidikan penerbangan. Ia juga memberikan ucapan selamat kepada para taruna dan taruni muda yang memulai tahapan baru dalam perjalanan pendidikan mereka.
“Saya juga menyampaikan selamat kepada taruna dan taruni muda yang hari ini memulai tahapan penting dalam perjalanan pendidikan dan pembentukan karakter sebagai calon insan transportasi yang profesional dan berintegritas,” ujar Rustan.

Menurutnya, pelantikan taruna muda tidak boleh dipandang sebatas kegiatan seremonial, tetapi harus menjadi momentum untuk menanamkan nilai-nilai dasar yang diperlukan dalam dunia pendidikan maupun pekerjaan. Nilai tersebut meliputi kedisiplinan, tanggung jawab, kemandirian, loyalitas, dan integritas yang harus diterapkan selama mengikuti pendidikan.
Rustan juga berpesan agar seluruh taruna dan taruni muda maupun taruna dan taruni remaja mengikuti setiap proses pendidikan dengan sungguh-sungguh. Ia meminta para peserta menghormati dosen, instruktur, dan pengasuh, mematuhi aturan kampus, serta menjaga kekompakan dan persaudaraan selama menjalani pendidikan.
Ia menegaskan, sektor penerbangan memiliki peran strategis bagi Papua yang memiliki kondisi geografis dengan banyak wilayah yang membutuhkan konektivitas udara. Karena itu, tenaga kerja di bidang penerbangan harus memiliki kompetensi memadai, sikap profesional, kepedulian terhadap keselamatan, serta integritas dan perilaku yang baik dalam menjalankan tugas.
“Saya berharap para peserta dapat mengikuti pendidikan dan pelatihan ini dengan baik dan penuh semangat. Manfaatkan kesempatan ini untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia kerja,” kata Rustan.
Sementara itu, Direktur Politeknik Penerbangan Jayapura, Musri Kona, menjelaskan bahwa pelantikan merupakan bagian dari tahapan pendidikan yang telah diawali dengan proses seleksi penerimaan taruna. Setelah menjalani masa dasar untuk membentuk karakter dan menyamakan persepsi, para taruna selanjutnya memasuki pembelajaran semester pertama.

Musri mengatakan, pihaknya juga menyiapkan pendekatan konseling bagi para taruna untuk mengetahui kesiapan dan kendala yang mereka hadapi dalam memasuki lingkungan pendidikan. Langkah tersebut diharapkan membantu lembaga memahami kondisi setiap peserta sehingga proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik sejak awal.
“Setelah pelantikan ini, pembelajaran semester satu mulai berjalan. Kami juga melakukan konseling satu per satu untuk mengetahui hal-hal yang masih menjadi kendala bagi mereka dalam memasuki dunia pendidikan,” jelas Musri.
Ia mengungkapkan, minat calon peserta untuk mengikuti pendidikan di Poltekbang Jayapura cukup besar. Namun, biaya pendidikan masih menjadi salah satu tantangan karena belum tersedianya skema subsidi yang dapat menjangkau seluruh calon taruna. Kondisi tersebut membuat sebagian peserta yang telah dinyatakan lolos seleksi terpaksa mengundurkan diri karena keterbatasan biaya.
Untuk mengatasi persoalan itu, Poltekbang Jayapura berupaya membangun kerja sama dengan sejumlah pemerintah daerah terkait dukungan pembiayaan pendidikan. Musri menyebutkan adanya komunikasi dengan pemerintah daerah, termasuk Merauke dan Timika, serta perhatian khusus terhadap kesempatan pendidikan bagi putra daerah Port Numbay.
Musri menambahkan, pendidikan di Poltekbang Jayapura berlangsung selama tiga tahun. Selama masa studi, taruna dibekali keterampilan sesuai bidang masing-masing, mulai dari manajemen bandar udara hingga teknik kelistrikan bandara. Pada bidang teknik, materi kompetensi antara lain mencakup sistem kontrol programmable logic controller (PLC), pendingin ruangan atau AC, pengelasan, dan keterampilan teknis lainnya yang mendukung kebutuhan operasional penerbangan.
“Selama pendidikan, mereka juga berkesempatan memperoleh sertifikat kompetensi pada bidang tertentu sesuai tahapan yang ditempuh. Sertifikat dan kompetensi tersebut menjadi bekal untuk memasuki dunia kerja,” ungkap Musri.
Melalui pelantikan dan proses pendidikan tersebut, Poltekbang Jayapura diharapkan mampu mencetak lulusan yang tidak hanya unggul dalam pengetahuan dan keterampilan teknis, tetapi juga memiliki karakter kuat, disiplin, serta kepedulian terhadap keselamatan penerbangan.
Dukungan pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan berbagai pihak terkait dinilai penting untuk memperluas akses pendidikan sekaligus memperkuat ketersediaan sumber daya manusia penerbangan yang kompeten bagi Papua. (Ing)
















