Nusaelaknews.com | SBB, Maluku – Polemik kembali mencuat di Desa Lokki, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat, Provinsi Maluku. Kali ini, isu yang berkembang berkaitan dengan dugaan penyebaran informasi yang dinilai menyudutkan mantan penjabat kepala desa, Reisen Salwaney.
Sejumlah warga menilai terdapat upaya yang mengarah pada pembentukan opini negatif terhadap Reisen, khususnya terkait kehadiran perusahaan tambang nikel yang beroperasi di wilayah hutan Laala.
Dua nama yang disebut-sebut dalam isu tersebut adalah penjabat Kepala Desa Lokki, Salmon F. Purimahua, serta Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Risat Purimahua. Keduanya diduga menyampaikan informasi kepada masyarakat yang mengaitkan keberadaan perusahaan dengan kebijakan masa lalu.
Dalam sebuah pertemuan dengan warga desa, Salmon disebut menyatakan tidak mengetahui kehadiran perusahaan tersebut. Ia kemudian menyebut bahwa aktivitas perusahaan merupakan kebijakan dari mantan penjabat kepala desa sebelumnya.
Pernyataan tersebut, menurut warga, turut diperkuat oleh Ketua BPD yang juga menyampaikan bahwa pihaknya belum menerima pemberitahuan resmi dari perusahaan terkait operasional di wilayah desa.
Informasi ini disampaikan oleh salah satu warga Desa Lokki yang enggan disebutkan identitasnya. Ia mengaku mengikuti langsung pertemuan tersebut dan menilai ada kejanggalan dalam penyampaian informasi kepada masyarakat.
“Dalam pertemuan itu mereka menyampaikan seolah-olah tidak tahu menahu, lalu mengaitkan dengan mantan penjabat kepala desa,” ujar sumber tersebut saat dihubungi melalui sambungan telepon, Sabtu (18/4/2026).
Sumber tersebut juga mengklaim bahwa sebagian warga telah lebih dulu memperoleh informasi terkait keberadaan perusahaan dari pihak lain, termasuk tokoh masyarakat setempat. Hal ini, menurutnya, menimbulkan keraguan terhadap pernyataan yang disampaikan dalam forum resmi.
Menurutnya, keberadaan perusahaan tambang tersebut justru diduga telah diketahui oleh pihak-pihak tertentu sebelumnya. Namun, ia menegaskan bahwa klaim tersebut masih sebatas dugaan dari warga dan belum ada klarifikasi resmi dari pihak terkait.
Selain itu, sumber juga membandingkan kondisi desa pada masa kepemimpinan sebelumnya dengan kondisi saat ini. Ia menyebut situasi desa pada masa kepemimpinan Reisen relatif kondusif.
“Dulu situasi desa lebih aman, sekarang justru sering terjadi gejolak yang membuat masyarakat merasa tidak nyaman,” katanya.
Lebih lanjut, warga tersebut mengungkapkan kekhawatiran terhadap potensi konflik yang lebih besar, terutama yang berkaitan dengan hak wilayah dan stabilitas sosial di Desa Lokki.
Ia pun meminta para tokoh adat, tokoh pemuda, dan tokoh masyarakat untuk lebih aktif mencermati situasi yang berkembang saat ini. “Kalau tidak disikapi dengan baik, bisa berdampak pada pembangunan desa ke depan,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari penjabat kepala desa, Ketua BPD, maupun pihak perusahaan terkait atas berbagai pernyataan dan dugaan yang berkembang di tengah masyarakat. (red)
















