Nusaelaknews.com | Jayapura, Papua – Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), menggelar kegiatan sosialisasi implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan tata cara penginputan data pada Dashboard MBG.
Kegiatan yang berlangsung di Horison Hotel Kotaraja Jayapura, Senin 10 November 2025 ini, menyasar seluruh satuan pendidikan dari jenjang PAUD, SD, SMP, SMA, hingga SMK di Kota Jayapura, dan diikuti para pengelola MBG dari sekolah yang telah menjadi penerima manfaat program nasional ini.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Rocky Bebena, S.Pd., M.Pd., menjelaskan kegiatan ini bertujuan untuk menyamakan persepsi dan melatih pengelola sekolah dalam hal penginputan data.

“Karena semua sekolah wajib meng-input data setiap hari, terkait barang ataupun makanan yang tiba di sekolah,” tegas Bebena.
Menurutnya, penginputan data ini sangat penting untuk mendata secara akurat jumlah makanan yang datang, berapa banyak siswa yang mengonsumsi, jumlah yang tidak makan, hingga laporan jika ada makanan yang rusak.
Rocky Bebena mengungkapkan, saat ini terdapat 20 Sekolah Penyelenggara Pendidikan Gratis (SPPG) di Kota Jayapura, dengan total 246 sekolah dan 49.250 anak dari semua jenjang yang sudah mendapatkan alokasi MBG.
“Mudah-mudahan semua sekolah bisa terakomodir dan kita bisa mendukung program Bapak Presiden, untuk MBG bagi semua anak di Kota Jayapura,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang SMP Disdikbud Kota Jayapura, Purnama Sinaga, S.Pd., M.M.Pd., selaku pelaksana kegiatan, menjelaskan bahwa sosialisasi dan pendampingan kali ini berfokus pada 132 sekolah.
“53 sekolah di antaranya memang sudah menerima MBG, tetapi belum meng-input dashboard. Sedangkan untuk sekolah lainnya sudah meng-input, tapi masih kurang,” kata Sinaga.
Purnama Sinaga menekankan, pengisian dashboard harus dilakukan setiap hari, agar informasi terkait situasi dan kondisi di lapangan dapat tervalidasi.

“Supaya bisa menjadi bahan evaluasi kepada Badan Gizi Nasional, kepada pihak dapur, atau yang lainnya untuk mekanisme atau proses penyiapan makan itu sendiri,” tambahnya.
Kegiatan sosialisasi ini diharapkan membuat kepala sekolah, tim MBG, dan operator memahami tata kelola MBG di sekolah. Selain itu kata Sinaga, Disdikbud berharap sekolah dapat memfasilitasi keberlanjutan program, melalui pembiayaan dari Dana BOS, untuk penyediaan sarana prasarana pendukung MBG.
Untuk memastikan informasi yang komprehensif, Disdikbud mengundang berbagai narasumber, termasuk Tim PIC dan Operator MBG Disdikbud, PIC BPMP Provinsi Papua, perwakilan dari Badan Gizi Nasional, serta dari pihak UNICEF. (ing)
















