BeritaKota JayapuraProvinsi Papua

Wajib Belajar 13 Tahun Dimulai: Bunda PAUD Nerlince Wamuar Tekankan Pentingnya Pra-Sekolah Sebelum SD

157
×

Wajib Belajar 13 Tahun Dimulai: Bunda PAUD Nerlince Wamuar Tekankan Pentingnya Pra-Sekolah Sebelum SD

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Nusaelaknews.com | Jayapura, Papua – Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD Kota Jayapura menyelenggarakan Kampanye Program Nasional Wajib Belajar 13 Tahun di Grand Abe Hotel Abepura pada Kamis, 16 Oktober 2025.

Acara ini secara gamblang, menempatkan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sebagai fondasi vital dalam struktur pendidikan nasional.

Mengusung tema penguatan pondasi pendidikan dan sinergi antara sekolah, orang tua, dan pemangku kepentingan, kampanye ini dibuka secara resmi oleh Bunda PAUD Kota Jayapura, Nerlince Wamuar.

Disamping itu, sebanyak 250 guru serta kepala sekolah PAUD dan SD ikut dalam giat kampanye. Dimana menurut Nerlince Wamuar, para peserta ini adalah motor penggerak utama yang akan memastikan implementasi program ini berhasil.

Dalam sesi wawancara, Nerlince Wamuar mengungkapkan kekhawatiran yang mendalam terkait dampak absennya pendidikan prasekolah pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

“Banyak kasus anak di SMP dan SMA kita tidak naik kelas karena tidak mengenyam pendidikan di PAUD,” ungkap Nerlince.

Dirinya menjelaskan, Kurikulum saat ini yang bersifat tematik, menuntut kesiapan anak untuk dapat membaca dan memahami buku besar sejak mereka duduk di kelas satu SD.

Kesiapan ini, menurutnya, harus dibangun sejak dini melalui Wajib Belajar 13 Tahun, yang di dalamnya termasuk 1 tahun di PAUD dan 12 tahun berikutnya.

“Pendidikan di PAUD adalah persiapan. Anak belajar melalui metode bermain sambil belajar, mengenal huruf dan angka, serta berinteraksi sosial. Ini membantu mereka beradaptasi di SD, sehingga mereka tidak kaget dan kesulitan dalam belajar membaca dan menulis,” tegasnya.

Nerlince Wamuar menekankan bahwa kesuksesan program wajib belajar 13 tahun, yang bertujuan mencetak Generasi Emas Indonesia 2045, memerlukan komitmen kolektif.

Dikatakan, kepala sekolah dan guru harus bertanggung jawab penuh dalam mendidik anak-anak, agar tidak tertinggal. Namun demikian kata Nerlince, ini juga merupakan sebuah tanggung jawab bersama.

“Diperlukan kerjasama erat antara guru, orang tua, dan seluruh pemangku kepentingan untuk mendukung penuh pendidikan anak-anak kita,” tutupnya, seraya berharap 250 peserta yang hadir dapat menjadi pelopor perubahan positif di sekolah masing-masing. (in9)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *