Nusaelaknews.com | Jayapura, Papua – Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) menggelar pelatihan Montir Mobil dan Motor, sebagai upaya mengatasi pengangguran dan meningkatkan penyerapan tenaga kerja di ibu kota Provinsi Papua ini.
Pelatihan ini dibuka langsung oleh Wakil Walikota Jayapura, Rustan Saru, di Suni Hotel Abepura, Jayapura, pada Rabu, 15 Oktober 2025. Program ini menyasar 40 pencari kerja (pencaker) anak asli Papua yang belum memiliki pekerjaan.
Wakil Walikota Rustan Saru menyebut, program ini sebagai “hari yang baik” karena menjadi implementasi nyata dari program pemerintah kota untuk penyerapan tenaga kerja.
“Mereka diberi kualifikasi, diberi bimbingan, ada beberapa latihan agar mereka bisa paham bagaimana caranya memperbaiki mobil, memperbaiki motor, sehingga mereka mampu nanti bekerja setelah pelatihan ini,” ujar Rustan Saru.
Dikatakan, pelatihan ini akan berlangsung selama tiga minggu, dengan penekanan pada praktik daripada teori. Wawali berharap 40 peserta, yang merupakan anak-anak Papua, mampu menyerap ilmu secara maksimal.

“Kita berharap peserta mampu menyerap ilmunya dan bisa dipraktekkan betul, sehingga mereka nanti ketika selesai pelajaran di sini bisa bekerja karena sudah punya ilmu, sudah punya bekal,” tegasnya.
Rustan Saru menekankan, lulusan pelatihan didorong tidak hanya mencari kerja, tetapi juga membuka usaha baru di lingkungan tempat tinggal mereka.
Hal ini menurut dia, sekaligus diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja baru bagi tenaga kerja tambahan.
Rustan Saru secara khusus meminta Disnaker untuk mendata dan memantau perkembangan ke-40 peserta ini setelah mereka menyelesaikan pendidikan.
“Coba didata benar, kemudian diikuti perkembangannya setelah dia selesai pendidikan, apakah satu bulan pertama sudah ada yang buka usaha atau belum. Sudah ada yang bekerja atau belum. Itu kita baru kita evaluasi masalahnya apa,” pinta Rustan.
Untuk memastikan pelatihan ini tidak sia-sia, Pemkot Jayapura berencana mengawasi dan memfasilitasi kebutuhan lulusan terbaik.
Wawali Rustan Saru mengisyaratkan adanya komunikasi dengan perusahaan-perusahaan, seperti dealer mobil dan motor, untuk menempatkan lulusan terbaik agar dapat bekerja uji coba di sana pada tahun 2026.
“Bisa saja kalau kendalanya apa kita fasilitasi, misalnya pemerintah menyiapkan peralatan bengkel atau alat-alat untuk memperbaiki mobil motor supaya bisa berjalan dengan baik,” tutupnya. (in9)
















