BeritaKabupaten SBBProvinsi Maluku

Soal Pembakaran Exacvator PT SIM, Diduga Ada Praktek Mutilasi Hukum di Tubuh Polres SBB

77
×

Soal Pembakaran Exacvator PT SIM, Diduga Ada Praktek Mutilasi Hukum di Tubuh Polres SBB

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Nusaelaknews.com | Piru, Maluku – Kasus terbakarnya 2 alat berat milik PT. SIM pada beberapa bulan lalu, sampai dengan hari ini belum bisa di ungkapan oleh Polres Seram Baian Barat (SBB) Provinsi Maluku.

Untuk di ketahui, sebelum terjadi insiden kebakaran 2 unit excavator milik PT. SIM, sudah terjadi persoalan sengketa lahan di antara pihak pemilik lahan dengan pihak perusahaan. Akibat persoalan itu, maka terjadilah aksi demonstasi oleh warga pemilik lahan. Mereka menuntut agar perusahaan tersebut harus mundur dan tidak lagi beroperasi di atas lahan mereka.

Berdasarkan hasil pantauan media ini, setelah selesai keributan antara warga pemilik lahan dengan pihak perusahaan Pisang Abaka tersebut, selang beberapa hari kemudian terjadi kebakaran 2 alat berat milik PT. SIM. Kasus tersebut kini di tangani oleh Polres SBB

Salah seorang warga masyarakat yang enggan namanya disebut mengatakan, semenjak terjadinya kesalah pahaman di antara pihak pemilik lahan dan pihak perusahaan yang ada di Dusun Pelita Jaya, Desa Ety, Kecamatan Seram Barat, warga sekitar melihat lokasi perusahaan selalu di jaga ketat oleh pihak perusahaan.

“Lingkungan perusahan dijaga sangat ketat setelah adanya persoalan sengketa lajan ini. Namun kenapa peristiwa kebakaran 2 alat berat bisa terjadi,” ujar sember di Piru, Minggu (24/8/2025).

Sumber menyebut, pada saat terjadi kebakaran saat itu, 2 anggota security perusahan sedang berjaga di lokasi. Bahkan kata dia, 2 alat itu pun berada di titik penjagaan.

“Setelah terjadi kebakaran, dua anggota security itu mengatakan, kami sedang melakukan patroli di dalam lokasi perusahaan dan lupa membawa senter yang ketinggalan di pos penjagaan. Dari keterangan ini, patut kami menduga ini adalah alasan yang tidak mendasar,” papar sumber.

Lanjut sumber lagi, dari keterangan kedua security, diduga itu adalah sebuah rekayasa yang sedang di mainkan oleh pihak PT. SIM melalui oknum security yang sedang berjaga pada malam itu.

Sebenarnya dari penjelasan mereka, ujar sumber, Polisi sudah bisa tahu kalau siapa otak di balik insiden ini.

“Ataukah pihak Polres SBB sudah tahu siapa pelakunya, tetapi sengaja untuk menutupi kasus ini. Kalaupun demikian, maka menurut dugaaan saya, Polres SBB sedang melakukan uji coba praktik pencangkokan, atau memutilasi hukum. Semoga dugaan saya ini tidak benar,” kata sumber.

Sementara itu dihari yang sama, Minggu 24 Agustus 2025, salah satu tokoh pemuda Kabupaten SBB, Mozes Rutumalessy juga bersuara. Melalui telepon seluler Rutumalesst meminta pihak Polres SBB agar kasus tersebut harus di tanggapi dengan serius.

“Karena sampai dengan hari ini, seluruh masyarakat di Bumi Saka Mese Nusa, masih menunggu hasil pemeriksaan Polres, siapa sebenarnya otak di balik perbuatan pembakaran excavator tersebut,” pungkas Rutumalessy. (red).

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *