Nusaelaknews.com | Jayapura, Papua – Pengurus PGRI Kota Jayapura periode XXIII Masa Bakti 2025-2030 yang dinahkodai oleh Yopi Y. Hanuebi, S.Pd, M.Pd, resmi dilantik. Kepengurusan baru ini menjanjikan kesinambungan program kerja dengan melibatkan mayoritas pengurus lama, sambil menempatkan kesejahteraan guru honorer dan guru swasta sebagai prioritas utama.
Pelantikan yang dilakukan oleh Ketua PGRI Provinsi Papua, Dr. Elia Waromi, S.Pd., M.Pd, berlangsung di aula Siansor Kantor Walikota Jayapura, Jumat (24/10/2025).
Usai pelantikan, Yopi Hanuebi mengatakan, di kepengurusan baru ini hampir 80 persen pengurus lama dilibatkan.
“Jadi tidak semua orang kami ganti, tapi semua orang yang berpotensi kami libatkan untuk ada dalam organisasi PGRI Kota Jayapura,” ungkap Yopi.
Meskipun baru dilantik, pengurus baru tidak akan berlama-lama. Menurut Hanuebi, agenda terdekat yang sudah disiapkan adalah peringatan Hari PGRI pada 25 November 2025. Panitia sudah dibentuk dan berbagai kegiatan telah diagendakan.
Setelahnya PGRI Jayapura akan memprioritaskan perjuangan kesejahteraan guru. Yopi menyoroti celah kebijakan di mana pengangkatan honorer khususnya melalui PPPK maupun ASN, cenderung memprioritaskan guru sekolah negeri, sementara guru swasta dengan pengabdian yang panjang terabaikan.
“Kami tahu bahwa untuk yang Honorer maupun yang guru-guru kontrak yang masih banyak ini akan kami perjuangkan. Supaya penerimaan ASN atau PPPK ke depan guru lebih banyak yang diterima untuk mengisi kekosongan di sekolah-sekolah,” tegas Yopi.
Untuk guru swasta, PGRI Jayapura berencana melobi Pemerintah Daerah agar mencari solusi alternatif, seperti menciptakan skema Guru Kontrak Daerah.
Skema ini diharapkan dapat didanai melalui Dana Otonomi Khusus (Otsus) atau anggaran daerah lainnya, sehingga seluruh guru, baik negeri maupun swasta mendapatkan kesejahteraan yang merata.
“Harapan kami dalam lima tahun kepengurusan ini, kami berharap guru-guru kami bisa memperoleh kesejahteraan yang baik. Di tahun-tahun ke depan setelah efisiensi ini selesai,” pungkas Hanuebi, menyoroti harapan peningkatan Tunjangan Profesi Pendidik (TPP) bagi guru. (red)
















