Nusaelaknews.com | Jayapura – Aksi demo damai digelar pendukung dan simpatisan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Nomor urut 01, Benhur Tomi Mano dan Constant Karma (BTM-CK), berlangsung di kantor KPU Provinsi Papua, di Jalan Holtekamp, Kota Jayapura, Selasa (19/8/2025).
Dalam aksi yang dikawal ketat oleh aparat Kepolisian tersebut, masa menuntut KPU Papua mengambil alih tugas-tugas KPU di beberapa kabupaten yang dinilai sudah melakukan kejahatan demokrasi.

Selain itu aksi demo damai yang diikuti berbagai lapisan masyarakat pendukung BTM-CK tersebut, mereka juga medesak KPU dan Bawaslu Papua menyandingkan C hasil dan Sirekap, agar terbuka semua kecurangan dalam rekapitulasi hasil Pemilihan Suara Ulang (PSU), yang berlangsung pada 6 Agusutus 2025.
Terlihat tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda serta ketua-ketua paguyuban turut berorasi, menyampaikan kekecewaan mereka terhadap berbagai dugaan kecurangan yang dilakukan penyelenggara PSU Pilkada Papua.
Pada kesempatan ini Koordinator Aksi, Yulianus Dwaa membacakan 5 poin tuntutan, sebelum diserahkan kepada pihak KPU Provinsi Papua.
“Yang pertama, mendesak KPU RI dan KPU Provinsi Papua, menyelesaikan semua persoalan rekapitulasi hasil PSU Pilkada Papua dengan tidak melempar tanggung jawab kepada Mahkamah Konstitusi,” papar Yulianus.
Poin kedua, masa mendesak KPU Provinsi bersama Bawaslu Provinsi Papua, agar menyandingkan data C hasil dan Sirekap, agar mendapatkan kebenaran yang hakiki, terkait hasil PSU.

Ketiga, mereka menuntut KPU Provinsi Papua mengambil alih dan mencopot ketua KPU Kabupaten Biak Numfor yang dinilai sebagai bagian dari tim sukses Paslon 02 MARI-YO. Serta mengambil alih tugas KPU kabupaten Keerom, KPU Kepulauan Yapen, KPU Supiori yang nyata-nyata telah melakukan kejahatan demokrasi mencederai kedaulatan rakyat.
Tuntutan keempat, masa pendukung BTM-CK mengharapkan KPU Provinsi Papua tetap konsisten dan menjaga marwah Lembaga, dengan tetap Jurdil, independen dan berintegritas.

“Yang kelima, kami mendukung kerja-kerja KPU Papua, jika yang dikerjakan itu berintegritas serta tidak terpengaruh intervensi dari pihak manapun, demi menjaga citra demokrasi di Provinsi Papua,” punglkas Dwaa.
Untuk diketahui, sempat terjadi ketegangan di lokasi demo, saat masa pendukung pasangan Mari-Yo memaksa untuk merangsek masuk ke titik kumpul masa BTM-CK. Beruntung apparat dengan sigap menghalangi aksi masa kubu paslon 02, sehingga suasana kembali netral.
Meski sempat diwarnai ketegangan akibat ulah masa pendukung paslon Mari-Yo, namun pendukung BTM-CK tetap tertib hingga aksi demo damai tersebut selesai. (elo)
















