Nusaelaknews.com | Jayapura – Banyaknya kebocoran jaringan air bersih milik PT Air Minum Jayapura Robongholo Nanwani yang sengaja dilakukan oleh masyarakat secara ilegal, mengakibatkan pasokan air ke pelanggan resmi menjadi tidak maksimal.
Dengan demikian guna menyelesaikan persoalan ini, pihak PT Air Minum Jayapura telah membentuk satu tim yang diberi nama tim OPSI (Operasi Penertiban Sambungan Ilegal), yang dilakukan dalam apel bersama di kantor Pusat PT AMJ di Kelurahan Entrop, Distrik Jayapura Selatan, Kamis (07/8/2025).

Direktur Utama PT Air Minum Jayapura, Entis Sutisna usai memipin apel tersebut mengatakan pembentukan tim OPSI adalah upaya untuk menekan angka kehilangan air, terutama dengan adanya sambungan illegal.
Dikatakan dalam bekerja melalukan penertiban, tim ini akan di backup oleh Polresta Jayapura Kota untuk mendukung Tukang Lilin Jayapura melakukan operasi pembersihan di seluruh cabang-cabang PT MJ di kota Jayapura.
“Nanti kita akan didampingi oleh Polresta dan ini upaya kita bukan untuk menakut-nakuti masyarakat, tetapi ini untuk menjaga keselamatan pegawai, atau Tukang Ledeng Jayapura di lapangan,” ujarnya.
Menurut Entis Sutisna, backup dari kepolisian diperlukan karena sampai saat ini dalam melakukan penertiban di lapangan, masih ada tekan fisik dari masyarakat berupa ancaman, maupun berupa tindakan-tindakan kekerasan.

“Maka dengan itu saya harus memastikan, bahwa staf di lapangan itu bekerja dengan optimal dan terjamin keselamatan atau hal-hal yang tidak diinginkan,” ungkap Entis.
Namun demikian kata dia, bagi masyarakat yang kedapatan menggunakan air dari jaringan PT AMJ dengan tidak resmi, akan diberikan toleransi dalam kurun waktu 1 bulan. Tetapi jika dalam kurun waktu 1 bulan tidak ada itikad baik dari masyarakat, maka akan dilakukan pembongkaran.
Lanjut Entis, pemasangan kembali akan dilakukan apabila yang bersangkutan atau pelanggan yang tidak resmi tersebut, bisa mengikuti prosedur dengan menjadi pelanggan PT AMJ yang memiliki ID atau nomor sambungan pelanggan.

Selain itu penertiban bagi pelanggan yang sudah disegel tetapi tidak memenuhi kewajibannya dan kemudian memasang sendiri secara illegal, akan dilakuan penindakan berupa pembongkaran oleh pihak PT AMJ dan kepolisian.
“Wilayah yang paling banyak terjadi ilegal connection yang sudah kami deteksi, itu di area Kamp Wolker yang banyak sekali ditemukan sambungan-sambungan illegal. Dan berikutnya ada juga di Intake Bhayangkara,” pungkasnya. (In9)
















