BeritaKota JayapuraProvinsi Papua

Disperindagkop Kota Jayapura Bawa Batik Papua dan Noken di Pameran Industri Kreatif Indonesia – China d Batam

69
×

Disperindagkop Kota Jayapura Bawa Batik Papua dan Noken di Pameran Industri Kreatif Indonesia – China d Batam

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Nusaelaknews.com | Jayapura – Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM (Disperindagkop dan UKM) Kota Jayapura aktif mengikuti berbagai pameran tingkat nasional, untuk mempromosikan produk lokal dan mengembangkan perekonomian berbasis IKM dan ekonomi kreatif.

Salah satu pameran nasional yang baru-baru ini diadakan oleh Disperindagkop dan UKM Kota, yaitu pameran industri kreatif dikemas dalam tema “Arts & Cultural Exchange Indonesia-China”,  yang berlangsung dari tanggal 30 Juli sampai 6 Agustus 2025 di Mega Mall Centre Batam City.

Pada event itu, Disperindagkop dan UKM Kota Jayapura memamerkan produk unggulan kerajinan tangan, seperti batik, noken, dan aneka ksesoris dalam pameran nasional tersebut.

Produk fashion batik dan aksesoris seperti ikat kepala binaan mereka laris manis dan mencapai omset jutaan rupiah saat mengikuti pameran besar di tingkat nasional.

“Pameran tingkat nasional ini untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan investasi di Kota Jayapura serta memperkuat posisi Kota Jayapura sebagai sentra ekonomi kreatif nasional,” ujar Kepala Bidang Industri Disperindagkop dan UKM Kota Jayapura, Achmad Nur Saichul Ma’arif, ST, MM di Jayapura, Kamis(7/8/2025).

Dikatakan Achmad, animo pengunjung antusias dan padat, terutama karena ditunjang dengan berbagai aktivitas seni dan produk budaya yang menarik pengunjung lintas usia dan latar belakang.

“Baju Batik, Kain Batik, Kaos, Noken Anggrek, Noken Kulit kayu, Noken Benang Rajut, Tas Kulit Kayu dan aneka asesoris dari menarik banyak pengunjung di pameran ini,” ujar Achmad Saichul.

Disperindagkop dan UKM Kota Jayapura berharap agar produk-produk unggulan daerah dapat semakin dikenal oleh masyarakat luas dan meningkatkan daya saing produk lokal di pasar nasional maupun internasional.

Mereka ingin menggunakan ajang pameran sebagai momentum untuk memperkenalkan produk kreatif dan unggulan hasil IKM serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui penguatan sektor perdagangan dan industri kreatif.

Disperindagkop dan UKM juga mengharapkan ajang pameran nasional memperkuat kerja sama lintas daerah sekaligus memperkuat daya saing produk IKM yang semakin beragam dan inovatif.

Selain itu, pameran sebagai sarana memperluas jaringan pemasaran dan mendorong pertumbuhan industri kreatif melalui kolaborasi dan inovasi, dan membuka peluang investasi dan pengembangan ekonomi lokal.

“Harapan ini mencerminkan fokus pada penguatan IKM, peningkatan nilai jual produk, dan pengembangan perekonomian berbasis kreatif dan perdagangan di tingkat nasional,” ujar Achmad Saichul.

Dikutip dari batam.go.id, pameran dengan tema “Arts and Culture Exchange” adalah acara pertukaran seni dan budaya yang menghadirkan seniman berbakat dari berbagai wilayah.

Salah satu contohnya adalah pameran seni budaya Hainan, Tiongkok, di Batam yang menghadirkan langsung para seniman dari Hainan ke Batam, Indonesia. Acara ini bertujuan untuk memeriahkan dan mempererat hubungan budaya antara kedua tempat.

Selain itu, ada juga kegiatan “Arts & Cultural Exchange Indonesia-China” yang berlangsung di Mega Mall Batam, sebagai bagian dari pertukaran seni dan budaya antar negara, menampilkan berbagai kegiatan seni bertema pertukaran budaya tersebut. (elo)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *