BeritaKabupaten SBBProvinsi Maluku

Bupati SBB Diminta Tertibkan Organisani Bodong Yang Selalu Berteriak Mengatasnamakan Rakyat

111
×

Bupati SBB Diminta Tertibkan Organisani Bodong Yang Selalu Berteriak Mengatasnamakan Rakyat

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Nusaelaknews.com, Piru – Beberapa organisasi di Kabuaten Seram Bagian Barat (SBB) yang kerap berteriak mengkritik kebijakan pemerintah daerah dengan mengatasnamakan rakyat, disinyalir tak resmi (Bodong).

Untuk itu Pemda SBB melalui Bupati Asri Arman, diminta untuk segera menertibkan organisasi-organiasi bodong yang selalu bersuara mengkritik demi rakyat, tapi ternyata ada kepentingan pribadi yang dibungkus atas nama masyarakat.

Salah satu tokoh pemuda SBB Mozes Rutumalessy kepada media ini di Piru, Selasa (29/7/2025) mengatakan, maraknya kepentingan politik dan pribadi akhir-akhir ini di SBB, memaksa sekelintir orang mulai muncul mengatas namakan organisasi masyarakat yang keabsahannya perlu dipertanyakan.

Dikatakan, ada organiasi tanpa AD/ART, tanpa Akta Notaris dan tanpa Kantor. Namun selalu eksis berbicara meyakinkan publik dengan modus membela masyarakat, padahal dibalik itu mereka mencari celah masuk ke Bupati, untuk kepentingan “Sepiring Nasi” dan “Uang Pulsa”.

“Praktek seperti ini sebenarnya sudah berjalan cukup lama, namun kita ini pura-pura tidak tahu saja karena itu urusan mereka,” ujar Rutumalessy santai.

Namun kata dia, belakangan ini praktek-praktek dari organiasi bodong ini adalah, hari ini mereka “Makan Siapa” dan besok “Siapa yanga akan di Makan”.

“Kemudian hasilnya, mereka minum mabuk di karaoke. Dan saat ini sudah tidak dapat ditolerir, dan harus dibasmi sampai ke akar-akarnya,” geram Mozes.

Dirinya menyebut, dengan modalkan ilmu pengetahuan yang tinggi dan sedikit fasi berretorika, orang-orang yang ada didalam organisasi antah berantah ini berhasil meyakinkan publik dengan gaya parlentenya (Tipu-tipunya), dan sudah terlalu banyak korban akibat ulah mereka.

“Mereka mengkritik saya. Tapi saya mau bilang kalau saya beda dengan mereka. Saya biar Cuma duduk di rumah tapi punya kerja bikin berita dan menghasilkan, bukan mereka yang hanya duduk lalu posting beritanya orang, kemudian manfaatkan berita itu untuk teror dan 86,” paparnya.

Rutumalessy yang menyebut ada pimpinan organisasi yang entah resmi atau tidak, yang menyindir dirinya karena dinilai membela pemerintah daerah dalam hal ini Bupati Asri Arman dengan kebijakannya menutup Perusahan Pisang Abaka.

Padahal kata dia, apa yang dilakukan itu adalah hal yang wajar untuk didukung dan di apresiasi, bukan sebuah pembelaan. Karena menurutnya terkait konflik yang ditimbulkan oleh keberadaan perusahan Pisang Abaka, dinilai pemerintah sudah cukup meresahkan dan layak dicabut izin operasionalnya.

Sehingga lanjut Rutumalessy, kebijakan kepala daerah yang diambil untuk kepentingan masyarakat dan keamanan di daerah, perlu untuk diapresiasi. Bukan berarti dengan begitu, maka seseorang dikalim sudah mendapatkan sesuatu dari kepala daerah.

“Saya bukan seperti yang dia pikir dan katakan. Kalau saya orientasinya seperti dia, tentunya dari dulu saya sudah kaya. Jadi untuk yang bersangkutan ini, kalau sudah biasa berbuat dan bertindak seperti itu jangan pikir orang lain itu sama dengan anda,” tandasnya.

Rutumalessy menyebut, dirinya bahkan selalu fokal mengkritik kebijakan kepala daerah yang melenceng dan tidak pro rakyat, sudah dari era kepemimpinan Bupati SBB 2 Periode, Jacobus Puttileihalat, kemudian Bupati Almarhum Yasin Payapo, hingga Bupati Asri Arman.

“Pokoknya yang melenceng dari aturan tetap saya kritisi. Tetapi kalau yang dibuat itu sesuai aturan dan baik untuk masyarakat banyak, salahkah kalau pemimpin itu harus dibela,” imbuhnya.

Kata Rutumalessy lagi, Bupati sudah harus tahu dan kenal tipe orang-orang ini dan jangan memberikan ruang untuk mereka. Karena modus mereka sudah lama dipraktekan kepada semua Bupati dan Penjabat Bupati yang pernah memimpin daerah ini.

“Sindir menyindir atau berbalas pantun di media itu biasa, seorang Mozes Rutumalessy sudah kebal, difitnah, dicaci pun saya sudah siap sebagai seorang Jurnalis murni. Karena itu bagian dari kerja seorang professional. Namun sekali lagi saya minta Pa Bupati, tetap pada prinsip kepemimpinan tanpa diintervensi oleh pihak manapun. Jangan karena lobi-lobi, lalu Bupati hanyut pada kepentingan kelompok ketimbang kepentingan masyarakat,” pungkasnya. (elo)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *