Berita

Oknum Intimidasi Kepala SMA/SMK.! Tokoh Muda SBB Minta Gubernur Maluku Jangan Ada Pembiaran

473
×

Oknum Intimidasi Kepala SMA/SMK.! Tokoh Muda SBB Minta Gubernur Maluku Jangan Ada Pembiaran

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

NUSAELAKNEWS.COM, Piru – Pemerintah Provinsi Maluku diminta mengambil tindakan tegas terhadap oknum-oknum yang terindikasi melakukan intimidasi terhadap beberapa kepala SMA/SMK.

Permintaan tersebut datang dari salah satu Tokoh Pemuda Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Mozes Rutumalessy, yang mengaku memperoleh informasi dari sumber terpercaya kalau adanya tidakan-tindakan kotor yang mengatasnamakan Geburnur Maluku dan Dinas Pendidikan setempat.

“Ada orang-orang yang mengatasnamakan Kadis dan tim sukses Gubernur. Mereka menekan beberapa kepala SMK dan SMA, untuk menyerahkan paket-paket swakelola kepada mereka untuk diserahkan pengelolaannya di pihak ketiga,” papar Rutumalessy.

Dikatakan, para oknum nakal ini mendatangi para kepala sekolah dengan berbagai dalil. Ada yang mengancam pemecatan atau pergantian dari jabatan, bahkan ancaman menggugat lahan-lahan yang sudah dihibahkan atau dialihkan menjadi asset Pemerintah Provinsi.

Untuk itu Rutumakessy dengan tegas meminta perhatian Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa dan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Maluku, James Leiwakabessy, untuk serius dalam melihat persoalan ini.

“MoU yang sudah di tandatangani dengan Kemendikdas, telah mengisyaratkan bahwa pengelolaan proyek-proyek ini dilakukan secara swakelola oleh pihak sekolah sebagai koordinator dan panitia yang dibentuk oleh sekolah,” terangnya.

Oleh karena itu dikatakan, paket swakelola secara aturan tidak boleh dipindah tangankan ke pihak lain. Sehingga dirinya sekali lagi menegaskan agar Gubernur dan Kadis Pendidikan tidak turut melakukan pembiaran terhadap oknum-oknum nakal ini.

Lanjut Rutumalessy, dalam Pakta Integritas yang sudah disahkan dan diketahui oleh KPK, maka jangan lagi ada yang mencoba untuk merubahnya.

“Kondisi ini menyebabkan banyak kepala sekolah mengalami depresi karena diintimidasi oleh oknum-oknum tersebut, untuk mengambil alih proyek Revitalisasi Sarana Prasarana Sekolah tahun 2025,” pungkasnya. (red)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *