BeritaKota JayapuraProvinsi Papua

Catatan Rustan Saru Usai Pimpin Monitoring APBKam, Koperasi Merah Putih Masih Perlu Dibenahi

71
×

Catatan Rustan Saru Usai Pimpin Monitoring APBKam, Koperasi Merah Putih Masih Perlu Dibenahi

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Nusaelaknews.com | Jayapura, Papua – Wakil Walikota Jayapura, Rustan Saru, menegaskan komitmen Pemerintah Kota Jayapura untuk memastikan pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kampung (APBKam) tahun anggaran 2025 berjalan optimal.

Hal itu disampaikan usai dirinya memimpin Monitoring Meja APBKam tahap I dan II untuk 14 kampung se-Kota Jayapura, yang berlangsung di Aula Siansor Kantor Walikota, Selasa (18/11/2025).

Rustan Saru mengungkapkan, berdasarkan hasil monitoring, serapan keuangan tahap I dan II telah mencapai 100 persen, sementara progres pekerjaan fisik masih tersisa sekitar dua persen.

“Secara keseluruhan, serapan keuangan sudah 100 persen. Tinggal fisik yang tertinggal kurang lebih dua persen. Ini karena adanya pergeseran anggaran di bulan November untuk penyesuaian kegiatan di kampung,” jelasnya.

Ia memperkirakan penyelesaian sisa pekerjaan fisik dapat dirampungkan dalam dua pekan ke depan, karena sebagian besar pekerjaan lainnya telah selesai. Pemerintah menargetkan pertengahan Desember seluruh kegiatan kampung tuntas 100 persen, baik keuangan maupun fisik.

Dari 14 kampung yang dijadwalkan hadir dalam monitoring meja, Rustan Saru menyebut Kampung Enggros tidak hadir dan memastikan akan menjadwalkan monitoring khusus bagi kampung tersebut.

“Satu kampung, yakni Kampung Enros, tidak hadir. Kami akan lakukan monitoring khusus karena mereka tidak mengikuti proses hari ini,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Wakil Walikota turut menyoroti peran KPK dalam pengawasan dan pendampingan pengelolaan dana kampung. Menurutnya, pendampingan tersebut telah memberikan dampak positif bagi percepatan pembangunan dan penyerapan anggaran.

Ia menyebut penyaluran tiga sumber dana kampung, Dana Desa, Alokasi Dana Kampung, dan bagi hasil pajak daerah, telah berjalan baik termasuk alokasi untuk pendidikan, kesehatan, BPJS, dan penyediaan air bersih.

Rustan Saru menegaskan pentingnya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kampung sebagai sumber pendanaan tambahan bagi pembangunan. Ia juga menyoroti Koperasi Merah Putih yang dinilai belum berjalan optimal di sejumlah kampung.

“Koperasi Merah Putih masih perlu dibenahi agar benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat kampung,” katanya.

Aspek kebersihan dan keamanan kampung juga menjadi perhatian serius pemerintah. Rustan Saru mengatakan, kampung sebagai wilayah adat harus tampil bersih, aman, dan layak bagi aktivitas masyarakat.

Selain itu, pengembangan kampung wisata dan kampung kuliner tengah digencarkan. Ia menyinggung keberhasilan awal Kampung Kayu Pulo yang mulai berkembang menjadi kampung wisata dan telah menarik kunjungan sejumlah artis.

“Kampung Kayu Pulo sudah mulai berkembang sebagai kampung wisata. Tinggal bagaimana kita kembangkan kampung-kampung lain dengan potensi masing-masing,” ujarnya.

Rustan Saru juga menyinggung pentingnya penguatan ketahanan pangan di kampung-kampung, sebagai bagian dari dukungan terhadap program nasional, termasuk MBG.

Pemerintah Kota Jayapura, kata dia, akan terus meningkatkan pendampingan dan memastikan seluruh program pembangunan kampung berjalan sesuai target. (ing)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *