BeritaKota JayapuraProvinsi Papua

Peringati Hari Pahlawan ke-80: Ini Pesan Menteri Sosial Yang Disampaikan Wakil Walikota Jayapura

157
×

Peringati Hari Pahlawan ke-80: Ini Pesan Menteri Sosial Yang Disampaikan Wakil Walikota Jayapura

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Nusaelaknews.com | Jayapura, Papua – Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura melaksanakan Upacara Bendera dalam rangka memperingati Hari Pahlawan Nasional ke-80 dengan penuh penghormatan dan dihadiri puluhan veteran.

Acara sakral ini dilangsungkan di lapangan apel Kantor Wali Kota Jayapura, pada Senin, 10 November 2025. Peringatan ini menjadi panggilan moral bagi seluruh elemen masyarakat dan birokrasi Jayapura.

Bertindak selaku inspektur upacara Wakil Walikota Jayapura, Rustan Saru. Dalam kesempatan tersebut, Rustan Saru membacakan secara lengkap amanat dari Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf, yang menekankan esensi perjuangan para pendiri bangsa.

Amanat menteri tersebut secara tegas mengingatkan bahwa perjuangan pahlawan murni dilakukan demi kepentingan kolektif.

“Pahlawan berjuang bukan demi sendiri, tetapi demi bangsa yang kita semua yang berdiri di sini hari-hari ini,” kata Wakil Walikota.

Menurut amanat Mensos tersebut, para pahlawan telah mengajarkan bahwa kemerdekaan bukanlah karunia cuma-cuma, melainkan hasil akhir dari rangkaian kesabaran, keberanian, kejujuran, kebersamaan, dan keteladanan yang tak tergoyahkan.

Oleh karena itu kata Rustan Saru, ada beberapa teladan inti yang diimbau untuk dijadikan pegangan. Yang pertama adalah kesabaran para pahlawan, khususnya dalam menghadapi perbedaan pandangan selama masa perjuangan. Kesabaran tersebut selalu diselesaikan dengan keikhlasan dan semangat memaafkan demi menyatukan kepentingan bangsa.

Lanjut dia, salah satu sorotan tajam dari amanat itu adalah sikap para pahlawan pasca-kemerdekaan. Mereka tidak pernah menuntut balasan, tidak mencari jabatan, dan sama sekali tidak mengungkit apa pun yang telah dikorbankan.

Pengorbanan yang mereka berikan tidak hanya sebatas harta benda, tetapi juga waktu dan kenikmatan pribadi yang ditinggalkan. Sebaliknya, yang mereka tinggalkan adalah seruan moral kepada rakyat: untuk membangun, menanam, dan menyebarkan pengertian.

“Para pahlawan berjuang demi generasi yang akan datang, demi terwujudnya kemakmuran bangsa yang sangat mereka cintai, dan mereka menganggap perjuangan ini sebagai bagian dari ibadah,” tegasnya.

Darah dan air mata yang ditumpahkan dianggap sebagai doa yang terwujud, sebuah tanda pantang menyerah dalam menjalankan amanah perjuangan. Hal inilah yang menjadi dasar kekuatan moral bagi generasi penerus di Jayapura dan seluruh Indonesia.

Mengingat kondisi hari ini, medan perjuangan telah bergeser dari perang fisik menjadi perjuangan melawan kebodohan dan ketidakadilan, yang harus dihadapi dengan ilmu, empati, dan integritas. Namun, semangat kepahlawanan harus tetap sama.

Mengakhiri pembacaan amanat, Wakil Walikota menyerukan syukur atas kemerdekaan ini, dan menegaskan bahwa tidak boleh ada pengorbanan pahlawan yang sia-sia.

“Penghargaan terbaik adalah dengan bekerja keras, berpikir lebih jernih, dan melayani lebih tulus, meneladani totalitas pengorbanan para pahlawan untuk Indonesia,” tutup Wakil Walikota. (ing)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *