Nusaelaknews.com | Jayapura, Papua – Menyambut Hari Santri Nasional yang jatuh pada 22 Oktober 2025, Pondok Pesantren (Ponpes) As Salaam Jayapura, Papua, mengusung tema penuh makna: “Dari Ponpes As Salaam, Santri Menginspirasi Negeri.”
Tema ini menegaskan komitmen kuat santri dan seluruh civitas pesantren untuk terus menyebarkan nilai-nilai ilmu, akhlak, dan kebaikan dari Tanah Papua ke seluruh penjuru Indonesia.
Ketua Yayasan As Salaam Jayapura, Abdul Majid, yang kini tercatat sebagai Mahasiswa Doktoral (S3) Manejemen Pendidikan di Universitas Negeri Surabaya (Unesa), menyampaikan tekad Yayasan untuk menjadikan lembaga ini sebagai “Lembaga Profesional dan Pelopor Kebaikan.”
Disebutkan, Ponpes yang didirikan pada tahun 1998 ini di dasari dengan semangat dakwah dan Pendidikan, yang diwariskan oleh alumni Pondok Pesantren As Salaam Kota Solo, Jawa Tengah.

Menurut Abdul Majid, Pesantren yang berlokasi di Kelurahan Koya Barat, Kota Jayapura, dengan luas 2 hektar, saat ini membina sekitar 75 santri mukim jenjang SMP.
Selain itu, Yayasan As Salaam juga menaungi lebih dari 500 peserta didik dari tingkat PAUD, SD, hingga SMP yang tergabung dalam jaringan Sekolah Islam Terpadu (SIT) Indonesia.
“Kami ingin menghadirkan pendidikan Islam yang tidak hanya unggul dan berkarakter, tapi juga kuat dalam tata kelola dan profesionalisme,” tegas Abdul Majid.
Sementara Mudir (Direktur Pesantren) Ponpes As Salaam, Ustadz Riqki Rifaat, Lc., M.Ag. (Al Hafidz) dalam keterangannya menekankan pentingnya membentuk santri yang tidak hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga memiliki daya saing di tengah cepatnya perubahan zaman.

“Santri harus menjadi teladan kebaikan dan perekat sosial di tengah masyarakat. Dari pesantren, kita bangun generasi yang berilmu, berakhlak, dan membawa kedamaian,” ujar Ustadz Riqki.
Senada dengan hal tersebut, Ustadzah Dian Fitriana, selaku Kepala Bidang Pendidikan Yayasan As Salaam menegaskan, yayasan tengah memperkuat kompetensi para guru dan musrif–musrifah.
Hal itu dilakukan, agar para guru dan musrif–musrifah semakin profesional dan adaptif, terhadap perkembangan pendidikan modern.
“Kami bertekad membangun sistem pendidikan yang melahirkan guru-guru profesional dan santri-santriwan yang memiliki daya saing tinggi, baik di tingkat region maupun nasional,” imbuhnya.
Momentum Hari Santri Nasional tahun ini menjadi ajang refleksi dan rasa syukur atas kiprah santri yang terus berkontribusi bagi kemajuan negeri.
Dari Jayapura, santri-santri As Salaam membuktikan bahwa pesantren bukan hanya tempat menimba ilmu agama, tetapi juga pusat lahirnya generasi unggul, moderat, dan cinta tanah air. (red)
















