BeritaKota JayapuraProvinsi Papua

Walikota Jayapura: Uji Kompetensi PTP Wajib Bentuk ASN Berakhlak dan Siap Hadapi Kritik Publik

191
×

Walikota Jayapura: Uji Kompetensi PTP Wajib Bentuk ASN Berakhlak dan Siap Hadapi Kritik Publik

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Nusaelaknews.com | Jayapura, Papua – Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura secara resmi memulai pelaksanaan Uji Kompetensi Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (PTP) di aula Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Jayapura, Senin (20/10/2025).

Acara dibuka langsung oleh Walikota Jayapura, Abisai Rollo, S.H., M.H., dan melibatkan enam orang tim penguji, termasuk akademisi senior Prof. Avelinus Lefaan.

Uji kompetensi ini diikuti 25 pejabat Eselon II di lingkungan Pemkot Jayapura, dan disebut Walikota Abisai Rollo sebagai upaya strategis untuk memperkuat peran sentral ASN dalam keberhasilan pemerintahan.

Dalam arahannya Abisai Rollo mengakui, di tengah arus demokrasi dan transparansi yang tinggi, ASN berada di bawah pengawasan dan penilaian kritis masyarakat. Untuk mengantisipasi dan menjawab tantangan ini, ia menekankan pentingnya perubahan sikap dan pembentukan karakter ASN.

“Maka uji kompetensi ini dilaksanakan secara khusus untuk pembentukan wawasan, kepribadian, dan etika ASN, serta membentuk ASN yang adil, tangguh, dan berakhlak mulia,” tegas Abisai Rollo.

Kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan pejabat dengan integritas tinggi, yang murni menjalankan perannya sebagai pelayan masyarakat sejati.

Kepada 25 peserta, Walikota tidak hanya menghimbau untuk memahami peraturan perundang-undangan, tetapi juga mewajibkan mereka menguasai secara mendalam visi dan misi Pemerintah Kota Jayapura.

“Saudara-saudara telah memilih untuk mengabdi dan berkarya di pemerintahan, maka wajib tahu apa visi dan misi pemerintah Kota Jayapura. Sehingga bersama-sama kita wujudkan kesejahteraan bagi masyarakat,” tandasnya.

Sebagai penutup, Walikota memberikan motivasi spiritual mendalam, mengutip kalimat dari Misionaris Izack Samuael Kijne: “Barang siapa yang bekerja dengan jujur, setia, adil, dan dengar-dengaran, akan berjalan dari satu tanda heran kepada tanda heran lainnya.”

Ia kemudian menegaskan kembali filosofi jabatan di Pemkot Jayapura. siapapun yang nanti menduduki jabatan, maka jabatan itu diberikan oleh Tuhan, bukan oleh panitia seleksi, bukan pula oleh Walikota. (red)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *