Nusaelaknews.com | Jayapura, Papua – Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura mengambil langkah strategis, untuk memperkuat sektor pariwisata lokal melalui pengembangan kampung wisata berbasis masyarakat.
Sebanyak 14 Kampung, yang diwakili oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan aparatnya, mengikuti Pelatihan Perencanaan dan Pembangunan Kampung Wisata selama dua hari, 16-17 Oktober 2025.
Asisten III Setda Kota Jayapura, Fredrick Awarawi, saat membuka acara tersebut di Hotel Aston, menegaskan bahwa kegiatan ini sangat strategis dalam upaya mendorong pariwisata berkelanjutan.
“Kegiatan hari ini memiliki arti yang sangat penting dan strategis, karena merupakan bagian dari upaya kita dalam mendorong pengembangan pariwisata berkelanjutan yang mengedepankan peran aktif masyarakat sebagai pelaku utama pembangunan,” tegas Awarawi.

Awarawi mengakui, Kota Jayapura memiliki potensi wisata yang luar biasa, mulai dari teluk, pantai, pegunungan, danau, hingga kekayaan budaya. Namun, ia memberikan penekanan penting:
“Namun, potensi itu akan tetap menjadi potensi jika tidak dikelola secara baik, terencana, dan berbasis pada kearifan lokal serta pemberdayaan masyarakat setempat,” tandasnya.
Untuk mewujudkan pengelolaan yang profesional dan berkelanjutan, Pemkot Jayapura melalui Dinas Pariwisata fokus pada konsep Community Based Tourism (CBT). Konsep ini kata Awarawi, menempatkan masyarakat lokal sebagai subjek utama, bukan sekadar objek pembangunan.
“Masyarakat bukan hanya penerima manfaat, tetapi juga perencana, pelaksana, sekaligus pengawas kegiatan pariwisata di wilayahnya. Dengan demikian, kesejahteraan ekonomi dapat meningkat, identitas budaya tetap terjaga, dan lingkungan alam pun tetap lestari,” jelasnya.
Selaras dengan Visi Jayapura Emas, Pemkot berkomitmen penuh mendukung program pengembangan desa wisata sebagai bagian dari strategi ekonomi kreatif.
Namun, Awarawi mengingatkan agar pembangunan pariwisata harus sejalan dengan prinsip berkelanjutan, inklusif, dan ramah lingkungan.
“Kita harus menjaga keseimbangan antara kebutuhan ekonomi dan kelestarian alam serta budaya,” imbuhnya.
Ia berharap, dari pelatihan ini akan lahir agen-agen perubahan di tingkat kampung yang inovatif, kreatif, dan bertanggung jawab, yang mampu mengemas potensi lokal menjadi produk wisata unggulan yang menarik di tingkat nasional maupun internasional. (in9)
















