Nusaelaknews.com | Piru, Maluku – Rencana pembangunan Maluku Integrated Port (MIP) di Desa Kaibobu, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), disambut baik oleh masyarakat setempat.
Namun, harapan besar muncul agar proyek strategis ini tidak hanya membawa dampak ekonomi, tetapi juga memberikan keadilan bagi masyarakat lokal.
Hal tersebut disampaikan oleh Jacob Puttileihalat, Ketua Pemuda Pancasila dan tokoh masyarakat SBB. Dalam release yang disampaikan kepada media ini, Puttileihalat menekankan pentingnya pelibatan masyarakat SBB dalam setiap tahapan proyek.
“Saya sangat berharap kepada pemerintah provinsi dan kabupaten, serta setiap pihak yang memiliki kewenangan terkait MIP, agar memberikan skala prioritas bagi anak daerah,” ujar Puttileihalat pada Senin (15/9/2025.
Ia menegaskan bahwa putra-putri SBB yang memiliki potensi dan keahlian harus dilibatkan dalam setiap unit kerja proyek. Lebih lanjut Puttileihalat mengingatkan, agar pemerintah tidak menjadikan massyarakat SBB sebagai penonton di negerinya sendiri.
“Jangan jadikan kami sebagai penonton di rumah kami sendiri.” Tentu pernyataan Puttileihalat ini mencerminkan kekhawatiran masyarakat, bahwa mereka akan terpinggirkan dari proyek yang berlangsung di wilayah mereka.
Puttileihalat juga menyoroti pentingnya komunikasi yang berkelanjutan antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten dengan masyarakat.
“Saya berharap pemerintah provinsi sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat, terus melakukan komunikasi dengan pemerintah Kabupaten SSBB bersama masyarakat Desa Kaibobu dan desa-desa lain yang berbatasan langsung dengan lokasi proyek,” tambahnya.
Menurutnya, komunikasi yang baik akan memastikan perencanaan pembangunan MIP dapat berjalan dengan lancar. Tujuan utamanya adalah mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang pesat dan merata di Maluku, sesuai dengan harapan bersama. (red)
















